New USP 41 & 1251

United States Pharmacopeia (USP) telah melakukan revisi terhadap pasal 41 mengenai timbangan (Balances) dan pasal 1251 mengenai penimbangan menggunakan timbangan analisa (Weighing with Analytical Balance). Perubahan ini dirilis oleh USP pada tanggal 3 Juni 2013 yang lalu pada Second Supplement to USP 36-NF 31, yang mendefinisikan tentang prosedur pengujian timbangan yang telah dimodifikasi, yang berlaku tidak hanya untuk perusahaan farmasi di Amerika Serikat, namun juga untuk semua perusahaan-perusahaan di seluruh dunia yang melakukan ekspor ke Amerika Serikat. Revisi ini resmi diberlakukan pada tanggal 1 Desember 2013 yang lalu.

Pada perubahan ini, ada tiga hal penting yang harus diperhatikan:

Prosedur Pengujian Instrumen Penimbangan

New General Chapter 41 “Balances”

Scope
          “States the requirements for balances used for materials that must be accurately weighed (see General Notices, 8.20)”

Requirements

  • “Weighing shall be performed using a balance that is calibrated {…]”
  • “[…] and meets the requirements defined for repeatability and accuracy”


Berdasarkan pernyataan diatas, disebutkan bahwa instrumen penimbangan yang digunakan untuk analisa harus dikalibrasi dan memenuhi ketentuan keterulangan dan akurasi yang sudah disebutkan.

Persyaratan Keterulangan (Repeatability)
Pada ketentuan USP yang baru, disebutkan bahwa keterulangan suatu instrumen penimbangan harus diuji dengan menimbang satu anak timbang uji tidak kurang dari sepuluh kali. Keterulangan suatu instrumen penimbangan dianggap memenuhi syarat apabila dua kali standar deviasi dari nilai yang ditimbang, dibagi dengan nilai nominal anak timbang yang digunakan tidak melebihi 0.10%.

Apabila nilai keterulangan yang didapatkan lebih kecil daripada 0.41d, dimana d merupakan daya baca timbangan, maka standar deviasi tersebut tidak boleh digunakan untuk penghitungan minWeight (berat minimum). Penghitungan berat minimum (minWeight) harus menggunakan rumus : MinWeight = 2000 x 0.41d.

Persyaratan Akurasi (Accuracy)
Ketentuan USP GC 41 yang baru menyatakan bahwa apabila suatu zat harus ditimbang secara akurat, maka penimbangan zat tersebut harus dilakukan menggunakan instrumen penimbangan yang telah terkalibrasi, yang telah memenuhi persyaratan akurasi dan keterulangan yang sudah disebutkan diatas.

Nilai akurasi suatu instrumen penimbangan dinyatakan memenuhi syarat apabila nilai hasil pengujian menggunakan anak timbang uji  berada dalam kisaran 0.10% x berat anak timbang uji. Kapasitas anak timbang uji harus sebesar antara 5% - 100% dari kapasitas instrumen penimbangan yang diuji.

Kesimpulannya adalah, pengujian akurasi sebuah instrumen penimbangan yang benar ditentukan oleh 3 hal, yaitu:

  • Standar Deviasi/Keterulangan Timbangan
  • Akurasi/Toleransi USP (0.10%)
  • Kapasitas anak timbangan yang sesuai dengan kedua poin sebelumnya


Frekuensi Pengujian Instrumen Penimbangan

USP General Chapter 1251 – “Frequency of PQ and of Balance Checks”

“The balance check is performed at appropriate intervals based on applicable standard operating procedures. The frequency of the balance check depends on the risk of the application and the required weighing tolerance.”

“Checks with external weights can be replaced partially using (automatic or manually triggered) adjustment by means of built-in weights.”


Semua pasal–pasal dengan angka sama dengan atau lebih besar dari 1000 pada USP General Chapter merupakan pasal-pasal  yang berisikan informasi namun tidak diatur sebagai regulasi legal. Tujuan dari pasal-pasal tersebut adalah sebagai panduan umum prosedur analisa yang baik.

USP General Chapter 1251 berisi informasi mengenai:

  • Installation dan Operational Qualification (IQ/OQ)
  • Performance Qualification dan pengujian instrumen penimbangan (PQ)
  • Minimum Weight
  • Pengoperasian instrumen penimbangan


Pada awal USP General Chapter 1251 ada pernyataan bahwa informasi yang diberikan pada pasal ini berlaku tidak hanya untuk instrumen penimbangan yang digunakan untuk zat-zat yang harus ditimbang secara akurat (seperti tertulis pada USP General Chapter 41) namun juga untuk instrumen penimbangan yang digunakan pada semua prosedur analisa.

Sesuai dengan isi dari USP General Chapter 41, frekuensi pengujian instrumen penimbangan tergantung dari besarnya dampak dari aplikasi penimbangan tersebut terhadap kehidupan dan kesehatan konsumen, serta dampaknya terhadap lingkungan, juga toleransi penimbangan yang berlaku.

Semakin besar dampaknya terhadap konsumen dan lingkungan, maka semakin sering frekuensi pengujiannya. Dengan dilakukannya pengujian berbasis risiko, maka akan mengeliminasi pengujian instrumen penimbangan yang berlebihan dan tentunya akan bermanfaat bagi perusahaan dalam menghemat waktu dan biaya.

Jika instrumen penimbangan yang digunakan sudah memiliki fitur kalibrasi internal, seperti contohnya fitur Fully Automatic Calibration/Adjustment (FACT) pada instrumen.


Menghindari Terjadinya Kesalahan Penimbangan

Sesuai dengan pembahasan sebelumnya mengenai keterulangan (repeatability) di USP General Chapter 41, kita sudah mengetahui bahwa berat minimum suatu instrumen penimbangan harus sama dengan, atau lebih besar daripada 2000 kali sd (standar deviasi).

Apabila aplikasi penimbangan tidak mengikuti aturan USP General Chapter 41, maka nilai berat minimum (mmin)  bisa bervariasi, tergantung dari toleransi penimbangan yang berlaku, serta aplikasi penimbangan tersebut. Pernyataan ini memberikan panduan yang penting untuk memastikan pengukuran yang akurat menggunakan instrumen penimbangan pada bagian lain dari proses produksi di perusahaan farmasi, yang akan menjamin kualitas produk yang baik secara konsisten.

 

USP General Chapter 1251 – “The Concept of Minimum Weight”
“In order to satisfy the required weighing tolerance, when samples are weighed, the amount of sample mass (i.e. the net weight) must be equal to or larger than the minimum weight. The minimum weight applies to sample weight, not to the tare or gross weight.”


Kesalahan pemahaman yang pada umumnya ditemui adalah, apabila berat tara (tare) yang ditimbang lebih besar daripada berat minimum sebuah instrumen penimbangan, maka aplikasi penimbangan tersebut sudah sesuai dengan regulasi.  Pada USP General Chapter 1251 ini, dijabarkan dengan jelas bahwa berat bersih sampel (net weight) yang ditimbang harus lebih besar daripada berat minimum instrumen penimbangan yang digunakan, bukan berat sampel dan wadahnya.
 

USP General Chapter 1251 – “The Concept of Minimum Weight”
“Because of changing environmental conditions […], different operators […], and other factors that can influence the repeatability of the balance while in use, when possible, weighing should be made larger than the minimum weight values.”


Berdasarkan pernyataan tersebut, USP 1251 ingin memperbaiki kesalahan pengertian yang umum terjadi, yaitu bahwa berat tara dapat digunakan untuk memenuhi persyaratan berat minimum yang ditentukan.

USP General Chapter 1251 memberikan rekomendasi praktis untuk kualifikasi dan pengoperasian instrumen penimbangan. Selain itu, pasal ini juga memberikan informasi mengenai beberapa faktor-faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi daya kerja instrumen penimbangan, contohnya arus udara, perubahan suhu, getaran, gaya elektrostatis, dan faktor-faktor eksternal lainnya.

Dikarenakan adanya berbagai faktor eksternal yang dapat mempengaruhi penimbangan, maka disarankan , jika memungkinkan, penimbangan harus dilakukan pada berat yang lebih besar daripada nilai berat minimum instrumen penimbangan tersebut.

Perbaikan USP General Chapter 41 dan 1251 memberikan informasi baru yang berharga untuk meningkatkan kualitas aplikasi penimbangan Anda, memastikan penghematan waktu dan biaya, serta membantu anda mencapai kualitas produk yang baik dan konsisten.

Pelatihan USP ini dikhususkan untuk Badan POM.